Minggu, 13 September 2015

Madu Klanceng dan Diabetes Mellitus

Apa itu Diabetes Mellitus?
Diabetes mellitus terjadi karena kadar gula dalam darah meningkat akibat gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh.
Pada umumnya Diabetes Melitus (DM) dibedakan menjadi 2 tipe, yaitu:
1. DM type I. atau disebut DM yang tergantung pada insulin. DM ini disebabkan akibat kekurangan insulin dalam darah yang terjadi kerusakan fungsi sel beta di pancreas, auto imun, dan idiopatik.  Gejala yang menonjol adalah terjadinya sering kencing (terutama malam hari), sering lapar dan sering haus, sebagian besar penderita DM type ini berat badannya normal atau kurus. Biasanya terjadi pada usia muda dan memerlukan insulin seumur hidup.
2. DM type II atau disebut DM yang tak tergantung pada insulin. DM ini disebabkan insulin yang ada tidak dapat bekerja dengan baik, kadar insulin dapat normal, rendah atau bahkan bahkan meningkat tetapi fungsi insulin untuk metabolisme glukosa tidak ada/kurang. Akibatnya glukosa dalam darah tetap tinggi sehingga terjadi hiperglikemia, 75% dari penderita DM type II dengan obesitas atau ada sangat kegemukan dan biasanya diketahui DM setelah usia 30 tahun.
Di samping itu ada DM tipe lain yaitu (1) DM karena kelainan genetik, penyakit pankreas, obat, infeksi, antibodi, sindroma penyakit lain. Dan (2) DM yang terjadi pada masa kehamilan = Gestasional.
Apa saja gejala Diabetes Mellitus?
Gejala yang umum yang sering dijumpai pada penderita diabetes mellitus adalah:
1. Sering kencing (Polyuria).
2. Sering merasa haus (Polydipsia).
3. Sering merasa lapar (Polyphagia).
4. Kesemutan/mati rasa pada ujung syaraf ditelapak tangan & kaki.
5. Sering merasa gatal.
6. Mengalami rabun penglihatan secara tiba-tiba.
7. Cepat lelah dan lemah setiap waktu dan mengantuk.
8. Kehilangan berat badan yang tidak jelas sebabnya.
9. Adanya gangguan seksual.
10. Apabila luka/tergores (korengan) lambat penyembuhannya.
Bagaimana kita mengetahui kalau kita menderita DM selain melihat gejala-gejala di atas?
Untuk mengetahui apakah seorang menderita DM yaitu dengan memeriksakan kadar gula darah.
Kadar gula darah normal adalah:
- Pada saat : Puasa (nuchter) : 80 ≤ 110 mg/dl.
- Setelah makan : 110  ≤ 160 gr/dl.
Pemeriksaan lain yang juga perlu adalah pemeriksaan kadar gula darah dalam urine/ kencing yang hasilnya positif jika menderita DM.
Apakah penyakit DM menimbulkan Komplikasi?
Ya, penyakit DM dapat menimbulkan beberapa komplikasi. Jika kadar gula darah terus menerus tinggi, lama kelamaan akan timbul penyulit (komplikasi) yang pada dasarnya terjadi pada semua pembuluh darah misalnya :
- Makrovaskular→ stroke, penyakit jantung koroner, ulkus/ gangren.
- Mikrovaskular→ retina (retinopati) dan ginjal (gagal ginjal kronik), syaraf (stroke, neuropati).
- Koma→ hiperglikemi, hipoglikemi, stroke.
Jika sudah terjadi penyulit ini maka usaha untuk menyembuhkan keadaan tersebut kearah normal sangat sulit. Oleh karena itu, usaha pencegahan dini untuk penyulit tersebut diperlukan dan diharapkan sangat bermanfaat untuk menghindari terjadinya berbagai hal yang tidak menguntungkan.
Bagaimana pengobatan untuk penderita Diabetes Melitus?
Tujuan pengobatan penderita DM adalah:
1. Untuk mengurangi gejala.
2. Menurunkan BB bagi yang kegemukan.
3. Mencegah terjadinya komplikasi.
Hal ini dapat dilakukan dengan beberapa langkah, yaitu:
1. Diit.
Pengaturan pola makan dengan pembatasan kalori, terlebih pada penderita dengan overweight / kelebihan berat badan. Penderita DM sangat dianjurkan untuk menjalankan diit sesuai yang dianjurkan. Penderita DM yang mendapat pengobatan anti diuretik atau insulin, harus mentaati diit terus menerus baik dalam jumlah kalori, komposisi dan waktu makan harus diatur.
2. Obat-obatan.
Tablet/suntikan anti diabetes diberikan, namun terapi diit tidak boleh dilupakan dan pengobatan penyulit lain yang menyertai /suntikan insulin.
3. Olah Raga.
Dengan olahraga teratur sensitivitas sel terhadap insulin menjadi lebih baik, sehingga insulin yang ada walaupun relatif kurang, dapat dipakai dengan lebih efektif. Olahraga sebaiknya dilakukan 1-2 jam sesudah makan terutama pagi hari selama ½ - 1 jam perhari, minimal 3 kali/minggu.
4. Penderita DM sebaiknya konsultasi gizi kepada dokter atau nutritionis (ahli gizi) setiap 6 bulan sekali untuk mengatur pola diit dan makan guna mengakomodasikan pertumbuhan dan perubahan BB sesuai pola hidup.
Bagaimana mencegah DM?
DM dapat dicegah dengan menerapkan hidup sehat sedini mungkin yaitu dengan mempertahankan pola makan sehari-hari yang sehat dan seimbang dengan meningkatkan konsumsi sayuran, buah dan serat, membatasi makanan yang tinggi karbohidrat, protein dan lemak, mempertahankan BB yang normal sesuai dengan umur dan tinggi badan (TB) serta olah raga (OR) teratur sesuai umur & kemampuan.


Mengenal Diabetes Melitus (DM)
       Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang berlangsung kronik dimana penderita diabetes tidak bisa memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau tubuh tidak mampu menggunakan insulin secara efektif sehingga terjadilah kelebihan gula di dalam darah dan baru dirasakan setelah terjadi komplikasi lanjut pada organ tubuh.

Diabetes melitus sering disebut sebagai the great imitator karena penyakit ini dapat mengenai semua organ tubuh dan menimbulkan berbagai macam keluhan dengan gejala sangat bervariasi. Gejala-gejala tersebut dapat berlangsung lama tanpa diperhatikan sampai ketika orang tersebut pergi ke dokter dan diperiksa kadar glukosa darahnya. Terkadang gambaran klinik dari diabetes tidak jelas dan diabetes baru ditemukan pada saat pemeriksaan penyaring atau pemeriksaan untuk penyakit lain.

Menurut American Diabetes Association, diabetes melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya. Hiperglikemia kronik pada diabetes berhubungan dengan kerusakan jangka panjang, dan disfungsi beberapa organ tubuh, terutama mata, ginjal, saraf, jantung, dan pembuluh darah, yang menimbulkan berbagai macam komplikasi, antara lain aterosklerosis, neuropati, gagal ginjal, dan retinopati. Sedikitnya setengah dari populasi penderita diabetes lanjut usia tidak mengetahui kalau mereka menderita diabetes karena hal itu dianggap merupakan perubahan fisiologis yang berhubungan dengan pertambahan usia.

Diabetes melitus pada lanjut usia umumnya adalah diabetes tipe yang tidak tergantung insulin (NIDDM). Prevalensi diabetes melitus makin meningkat pada lanjut usia. Meningkatnya prevalensi diabetes melitus di beberapa negara berkembang akibat peningkatan kemakmuran di negara yang bersangkutan dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain peningkatan pendapatan perkapita dan perubahan gaya hidup terutama di kota besar menyebabkan peningkatan prevalensi penyakit degeneratif.

Jumlah penderita diabetes melitus di Indonesia terus meningkat dimana saat ini diperkirakan sekitar 5 juta lebih penduduk Indonesia atau berarti 1 dari 40 penduduk Indonesia menderita diabetes.

Penemuan diagnosa dini dan penanganan yang adekuat pada lanjut usia yang menderita DM dipandang cukup penting artinya bagi kelangsungan hidup penderita. Selain itu skrining pada lanjut usia yang termasuk resiko tinggi untuk menderita DM juga sebaiknya dilakukan untuk menghindari terjadinya penyakit ataupun menghindari komplikasi yang lebih lanjut

Etiologi

Beberapa ahli berpendapat bahwa dengan meningkatnya umur, maka intoleransi terhadap glukosa juga meningkat. Jadi untuk golongan lanjut usia diperlukan batas glukosa darah yang lebih tinggi dari pada batas yang dipakai untuk menegakkan diagnosis diabetes melitus pada orang dewasa yang bukan merupakan golongan lanjut usia. Intoleransi glukosa pada lanjut usia berkaitan dengan obesitas, aktivitas fisik yang kurang, berkurangnya massa otot, penyakit penyerta, penggunaan obat-obatan, di samping karena pada lanjut usia sudah terjadi penurunan sekresi insulin dan resistensi insulin. Pada lebih 50 % lanjut usia diatas 60 tahun yang tanpa keluhan ditemukan hasil Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) yang abnormal, namun intoleransi glukosa ini masih belum dapat dikatakan diabetes melitus.

Menurut Jeffrey, peningkatan kadar gula darah pada lanjut usia disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:
- Fungsi sel pankreas dan sekresi insulin yang berkurang
- Perubahan karena lanjut usia sendiri yang berkaitan dengan resistensi insulin, akibat kurangnya massa otot dan perubahan vaskular.
- Aktivitas fisik yang berkurang, banyak makan, badan kegemukan.
- Keberadaan penyakit lain, sering menderita stress, operasi.
- Sering menggunakan bermacam-macam obat-obatan.
- Adanya faktor keturunan.

Patosiologi

Pengolahan bahan makanan dimulai dari mulut kemudian ke lambung dan selanjutnya ke usus. Di dalam saluran pencernaan, makanan yang terdiri dari karbohidrat dipecah menjadi glukosa, protein dipecah menjadi asam amino dan lemak menjadi asam lemak. Ketiga zat makanan itu diedarkan ke seluruh tubuh untuk dipergunakan oleh organ-organ di dalam tubuh sebagai bahan bakar. Supaya berfungsi sebagai bahan bakar zat makanan itu harus diolah, dimana glukosa dibakar melalui proses kimia yang menghasilkan energi yang disebut metabolisme.

Dalam proses metabolisme insulin memegang peranan penting yaitu memasukkan glukosa ke dalam sel yang digunakan sebagai bahan bakar. Insulin adalah suatu zat atau hormon yang dihasilkan oleh sel beta di pankreas, bila insulin tidak ada maka glukosa tidak dapat masuk sel dengan akibat glukosa akan tetap berada di pembuluh darah yang artinya kadar glukosa di dalam darah meningkat.

Pada Diabetes melitus tipe 1 terjadi kelainan sekresi insulin oleh sel beta pankreas. Pasien diabetes tipe ini mewarisi kerentanan genetik yang merupakan predisposisi untuk kerusakan autoimun sel beta pankreas. Respon autoimun dipacu oleh aktivitas limfosit, antibodi terhadap sel pulau langerhans dan terhadap insulin itu sendiri.

Pada diabetes melitus tipe 2 jumlah insulin normal, tetapi jumlah reseptor insulin yang terdapat pada permukaan sel yang kurang sehingga glukosa yang masuk ke dalam sel sedikit dan glukosa dalam darah menjadi meningkat.

Klasifikasi dan Karakteristik Diabetes melitus

Diabetes melitus tipe I:
Destruksi sel beta, umumnya menjurus ke defisiensi insulin absolut baik melalui proses imunologik maupun idiopatik.

Diabetes melitus tipe II:
Bervariasi mulai yang predominan resistensi insulin disertai defisiensi insulin relatif sampai yang predominan gangguan sekresi insulin bersama resistensi insulin.

Diabetes melitus tipe lain:

1. Defek genetik fungsi sel beta :

    * Maturity onset diabetes of the young (MODY) 1,2,3
    * DNA mitokondria

2. Defek genetik kerja insulin
3. Penyakit eksokrin pankreas
4. Endokrinopati :

    * Akromegali
    * Sindrom Cushing
    * Hipertiroidisme

5. Obat atau zat kimia
6. Infeksi

    * Citomegalovirus
    * Rubela kongenital

7. Imunologi : Antibodi anti insulin
8. Sindrom genetik lainnya :

    * Sindrom Down
    * Sindrom Klinefelter
    * Sindrom Turner

Karakteristik Diabetes Melitus:

DM TIPE I

    * Mudah terjadi ketoasidosis
    * Pengobatan harus dengan insulin
    * Onset akut
    * Biasanya kurus
    * Biasanya terjadi pada umur yang masih muda
    * Berhubungan dengan HLA-DR3 dan DR4
    * Didapatkan antibodi sel islet
    * 10%nya ada riwayat diabetes pada keluarga
    * 30-50 % kembar identik terkena

DM TIPE II

    * Sukar terjadi ketoasidosis
    * Pengobatan tidak harus dengan insulin
    * Onset lambat
    * Gemuk atau tidak gemuk
    * Biasanya terjadi pada umur > 45 tahun
    * Tidak berhubungan dengan HLA
    * Tidak ada antibodi sel islet
    * 30%nya ada riwayat diabetes pada keluarga
    * ± 100% kembar identik terkena



Tanda dan Gejala Diabetes Melitus

Keluhan umum pada  pasien diabetes melitus atau DM seperti poliuria, polidipsia, polifagia pada DM lanjut usia pada umumnya tidak ada. Sebaliknya yang sering mengganggu pasien ialah keluhan akibat komplikasi degeneratif kronik pada pembuluh darah dan saraf. Pada DM lanjut usia, terdapat perubahan patofisiologi akibat proses menjadi tua sehingga gambaran klinisnya bervariasi dari kasus tanpa gejala sampai dengan komplikasi yang lebih lanjut.

Hal yang sering menyebabkan pasien datang berobat ke dokter ialah adanya keluhan yang mengenai beberapa organ tubuh, antara lain :

    * Gangguan penglihatan : katarak
    * Kelainan kulit : gatal dan bisul-bisul
    * Kesemutan, rasa baal
    * Kelemahan tubuh
    * Luka atau bisul yang tidak sembuh-sembuh
    * Infeksi saluran kemih

Kelainan kulit berupa gatal, biasanya terjadi di daerah genital ataupun daerah lipatan kulit lain, seperti di ketiak dan di bawah payudara, biasanya akibat tumbuhnya  jamur. Sering pula dikeluhkan timbulnya bisul-bisul atau luka lama yang tidak mau sembuh. Luka ini dapat timbul akibat hal sepele seperti luka lecet karena sepatu, tertusuk peniti dan sebagainya. Rasa baal dan kesemutan akibat sudah terjadinya neuropati juga merupakan keluhan pasien, disamping keluhan lemah dan mudah merasa lelah. Keluhan lain yang mungkin menyebabkan pasien datang berobat ke dokter ialah keluhan mata kabur yang disebabkan oleh katarak ataupun gangguan-gangguan refraksi akibat perubahan-perubahan pada lensa akibat hiperglikemia.

Tanda-tanda dan gejala klinik diabetes melitus pada lanjut usia:

    * Penurunan berat badan yang drastis dan katarak yang sering terjadi pada gejala  awal.
    * Infeksi bakteri dan jamur pada kulit (pruritus vulva untuk wanita) dan infeksi traktus urinarius sulit untuk disembuhkan.
    * Disfungsi neurologi, termasuk  parestesi, hipestesi, kelemahan otot dan rasa sakit, mononeuropati, disfungsi otomatis dari traktus gastrointestinal (diare), sistem kardiovaskular (hipotensi ortostatik), sistem reproduksi (impoten), dan inkontinensia stress.
    * Makroangiopati yang meliputi sistem kardiovaskular (iskemi, angina, dan infark miokard), perdarahan intra serebral (TIA dan stroke), atau perdarahan darah tepi (tungkai diabetes dan gangren).
    * Mikroangiopati meliputi mata (penyakit makula, hemoragik, eksudat), ginjal (proteinuria, glomerulopati, uremia).


Berdasarkan penyebab dasarnya, para pakar kesehatan telah membagi penyakit diabetes ini menjadi tiga tipe. 
  • Diabetes Melitus tipe 1
    Tipe diabetes ini umumnya menyerang anak hingga remaja. Oleh karena itulah jenis atau tipe diabetes mellitus ini di namakan juga dengan sebutan juvenile diabetes.

    Adapan penyebab dasar dari tipe diabetes 1 ini adalah karena adanya kerusakan atau kesalahan genetik pada sel pankreas sehingga sistem imun terganggu dan tidak bisa menghasilkan hormon insulin. adapun penyebab secara rinci yang melenkapi penyebab tipe 1 ini akan kita bahas pada bahasan penyebab diabetes melitus.

    Penderita diabetes tipe 1 ini sangat tergantung dengan insulin dari luar. Untuk kelangsungan hidupnya, penderita harus mendapatkan suntikan hormon insulin secara rutin dan terjadwal. Oleh karena itulah tipe 1 ini juga dinamakan denganInsuline Dependent Diabetic Mellitus atau IDDM.

    Diabetes melitus tipe 1 ini seringnya muncul secara mendadak dengan gejala tiba-tiba sering cepat merasa haus, sering buang air kecil (sering ngompol pada anak), badan menjadi kurus secara drastis dan lemah. Jika insulin tidak segera diberikan, penderita bisa tiba-tiba tidak sadarkan diri atau koma diabetik.
     
  • Diabetes Melitus Tipe 2
    Diabetes Melitus tipe 2 ini disebabkan oleh kurang mampunya tubuh didalam merespon hormon insulin sehingga tubuh tidak mampu memanfaatkan insulin yang dihasilkan oleh organ pankreas. Boleh jadi jadi pankreas telah memproduksi insulin secara normal namun hormon yang dihasilkan tidak bisa dimanfaatkan oleh tubuh secara efektif. Tubuh bersifat resisten terhadap hormon insulin.

    Ketidakmampuan tubuh dalam memanfaatkan hormon insulin seringnya dikarenakan sel-sel tubuh bersaing berat dangan sel-sel lemak dalam tubuh. Hormon insulin banyak dihisap oleh sel-sel lemak yang menumpuk dalam tubuh. Oleh karena itulah, tipe 2 ini lebih banyak menimpa pada orang-orang yang memiliki pola hidup dan pola makan yang jelek sehingga terjadi penimbunan lemak atau kegemukan.

    Kegemukan seringnya mengganggu sistem kerja pankreas dan metabolisme terganggu. Kegemukan pada anak harus mendapatkan perhatian yang serius dari para orang, jangan sampai terlambat sehingga menjadi derita di masa tuanya.
    Diabetes tipe 2 inilah yang banyak menimpa para penderita penyakit diabetes. Bahkan prosentasenya bisa sampai 90% dari keseluruhan penderita diabetes melitus.

    Berbeda dari tipe 1 yang muncul tiba-tiba, diabetes tipe 2 memiliki perkembangan yang sangat lambat sampai bertahun-tahun. Oleh karena itulah sering-seringlah Anda memeriksakan kadar gula Anda untuk bisa mendeteksi sedari dini.

    Gejala diabetes melitus tipe 2 sering kali tidak  terasa. Namun Anda perlu waspada. Tubuh yang mengalami resistensi terhadap hormon insulin akan memaksa organ pankreas untuk memproduksi insuline sebanyak-sebanyaknya untuk dapat menggempur resistensi insulin tersebut dan memberi kesempatan gula untuk masuk de dalam sel tubuh.

    Kondisi ini memerlukan perbaikan secepatnya. Kalau tdak, pankreas akan bekerja ekstra keras yang menyebabkan dia kelelahan dan akhirnya bisa rusak. Dengan rusaknya pankreas maka bisa Anda bayangkan sendiri akibatnya. Sangat mengerikan . . ., tubuh sudah resisten ditambah lagi insulin sudah tidak bisa diproduksi lagi karena organ yang bertanggung jawab sudah KO.
     
  • Diabetes Melitus Tipe 3
    Tipe diabetes ini merupakan gabungan dari diabetes tipe 1 dan tipe 2. Hal ini terjadi ketika penderita diabetes melitus 1 secara terus menerus disuntik insulin, ada sebagian penderita menjadi resisten terhadap hormon dari luar tersebut sehingga dia menderita tipe 2 sekaligus.

    Diabetes melitus tipe 3 juga bisa terjadi karena penderita diabetes melitus tipe 2 mengkonsumsi obat-obatan yang merangsang produksi insuline lebih banyak sehingga pankreas menjadi lelah, lemas, dan akhirnya ambruk. Jangka panjangnya pankreas menjadi rusak sehingga produksi menjadi sangat sedikit atau terhenti sama sekali. Maka jadilah tipe diabetes gabungan yaitu tipe 2 dan 1 yang dinamakan diabetes melitus tipe 3.













Madu Klanceng : Cocok bagi penderita diabetes melitus , sebagai pengganti insulin dalam tubuh, mengatasi lemah syahwat, menormalkan kadar gula dalam tubuh, menormalkan fungsi alat vital, menyeimbangkan metabolisme dalam tubuh, mengandung enzim-enzim penting yang diperlukan bagi tubuh seperti diastase, peroksidase, dan oksidase yang memecah karbohidrat dan glukosa, menghasilkan energi instan.

Propolis dapat digunakan sebagai obat untuk kedua jenis diabetes. Pada kasus diabetes tipe 1 konsumsi propolis dapat menyebabkan pengurangan dosis insulin setiap hari dan pada kasus diabetes tipe 2 dapat menurunkan kadar gula darah.
Propolis juga dapat mengurangi gejala diabetes, dengan membantu pankreas untuk menghasilkan insulin. Propolis mengandung nutrisi untuk mengurangi gejala diabetes dan karenanya mengurangi  frekuensi suntikan insulin atau penggunaan tablet.

Kandungan Gizi Madu Lebah Klanceng

Sudah terkenal dari sejak jaman dahulu bahkan tertulis dalam Alqur'an bahwa madu sangat bermanfaat untuk kesehatan manusia. Hal ini dikarenakan kandungan gizi yang lengkap dalam madu, baik vitamin, mineral, maupun berbagai enzim yang sangat di butuhkan tubuh. Kandungan gizi dalam madu lebah klanceng antara lain :

Kandungan Vitamin : Thiamin (B1), Riboflavin (B2), (B3), Asam Askorbat (C), (B5), Piridoksin (B6), Niasin, Asam Pantotenat, Biotin, Asamfolat dan vitamin K

Mineral : Natirum (Na), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Alumunium (A1), Besi (Fe), Fosfor dan Kalium (K), Pottassium, Sodium Klorin, Sulfur.

Enzim-enzim Utama : Diatase, invertasem glukosa oksidase, fruktosa, peroksidase, lipase juga mengandung sejumlah kecil hormon, tembaga, iodium dan zinc. 

Manfaat dan Kasiat Madu Lebah Klanceng

Dengan banyaknya kandungan vitamin, mineral dan enzim-enzim tersebut, tidak heran madu trigona banyak di andalkan dalam menjaga kesehatan tubuh dan meningkatka daya tahan tubuh dari penyakit. Khasiat dan manfaat  madu trigona atau lebah klanceng yaitu antara lain : 
- Meningkatkan daya tahan tubuh
- Mencegah Stroke
- Memperlancar peredaran darah
- Meningkatkan hormone
- Memperkuat fungsi otak dan jantung
- Memperbaiki sel tubuh yang rusak
- Recovery tubuh
- Mengendurkan bagian syaraf yang tegang
- Menghilangkan rasa letih
- Meningkatkan kecerdasan anak
- Dapat dikonsumsi penderita diabetes
- Membantu masa penyembuhan pasca operasi
- Mencegah Kanker dan stroke
- Sangat dianjurkan minum setiap hari untuk dewasa dan Manula dalam mnjaga kesehatan.


Kandungan dan Manfaat Propolis Lebah Klanceng

Kandungan Propolis Trigona antara lain :
- Resin yang mengandung senyawa flavonoid, asam, dan ester fenol (45 – 55%).
- Lilin lebah dan plant origin (25 – 35 %).
- Minyak volatil (10%).
- Polen yang terdiri dari protein (16 asam amino bebas > 1%), arginine danproline berjumlah 46% dari total(5%).
- 14 mineral mikro (Fe dan Zn yang terbanyak), keton, lacton, quinon,steroid, asam benzoat, vitamin, karbohidrat (5%).

Sedangkan khasiat Propolis antara lain :
- Antibiotik alami.
- Antibakteri.
- Antifungal.
- Antivirus.
- Antioksidan.
- Memperkuat sistem kekebalan tubuh.
- Antiseptik.
- Immunostimulan.
- Antitoksin.
- Berperan sebagai anestetik.
- Memperkuat dan mempercepat regenerasi sel.
Dengan khasiat-khasiat ini, propolis dimanfaatkan diantaranya dalam bidang kesehatan, kecantikan, terapi penyakit, pengawet, dan lain-lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar